Dec 4, 2013

Ngelayap Edisi Goa, Sungai dan Pantai @Gunung Kidul, Yogyakarta #2


"Pak...kalau mau beli ikan segar dimana yaa?", kami coba bertanya ke beberapa orang yang kami temui. Ternyata sulit juga mencari penjual ikan yang kami inginkan. Namun demi terwujudnya keinginan kami untuk acara bakar-bakar ikan di pantai Jungwok nanti, kami meminta pak supir elf untuk mencari tempat penjualan ikan. Menurut informasi dari sana sini, tempat penjualan ikan ada di pantai Baron. Jika beruntung malah kita bisa membeli langsung dari para nelayan yang baru saja pulang melaut.
Di Gunung kidul terkenal dengan gugusan pantainya yang langsung berhadapan dengan samudera Hindia. Ombak tinggi dan menggulung, batu karang yang menjulang menjadi daya tarik tersendiri yang sayang bila dilewati. Maka saat mobil terparkir di parkiran pantai Baron, aku langsung mencuri-curi kesempatan untuk menikmati keindahan pantai bersama Kak Lidya, sementara mba Lia dan mas Iman menawar ikan ke beberapa pedagang. Saat itu kondisi laut sedang pasang dan cuaca kurang mendukung untuk para nelayan melaut, namun kami masih beruntung tetap mendapatkan ikan dengan harga terjangkau.

perahu nelayan @Pantai Baron
@pantai Baron, Yogya
Pesona pantai Baron dengan hamparan pasir hitam dan kapal-kapal nelayan, menjadi pemandangan yang menyegarkan. Aku sempatkan diri untuk mengabadikan lewat foto. Walaupun hanya menjadi tempat persinggahan mencari ikan, pantai Baron berhasil membuatku terpukau.

Perjalanan kembali kami lanjutkan setelah mendapatkan beberapa ekor ikan untuk menu makan malam. Jarak tempuh menuju pantai Jungwok masih sekitar dua jam lagi. Aku lebih banyak tertidur sepanjang perjalanan dari pada melihat kanan kiri pemandangan di luar jendela. Jalur yang berkelok-kelok membuatku agak sedikit mabuk perjalanan.

Pantai Jungwok terletak paling timur kabupaten Gunungkidul. Pantai Jungwok tidak cukup terkenal dibanding pantai Sundak, Kukup, Krakal, Indrayanti, atau Wediombo. Malah sempat mendengar cerita dari mba Lia, saat ingin memesan travel, orang Yogya sendiripun masih asing mendengar pantai Jungwok. Jadi makin penasaran rasanya, seperti apa rupa pantai yang satu ini?
@pantai Jungwok
Tidak hanya trasportasinya saja yang sulit, akses menuju pantai Jungwok pun butuh sedikit perjuangan. Setelah turun dari mobil, kami harus tracking sekitar satu jam untuk sampai ke bibir pantai Jungwok. Melewati kebun dan ladang tanpa ada penerangan saat kami harus berjalan di malam hari. Dapat dikatakan pantai Jungwok masih perawan. Jalan yang masih alami, tanah dan bebatuan, maka apabila hujan rasanya akan menambah tingkat kesulitan.
tenda-tenda kami @pantai Jungwok
Hujan menjadi sambutan selamat datang saat kami tiba di pantai Jungwok. Diiringi nyanyian alam dari gemuruh ombak yang memecah karang, kami mulai mendirikan tenda di tempat yang kira-kira aman dari air pasang dan angin malam. Ketika itu, ternyata bukan hanya kami, sudah ada satu tenda berdiri lebih dulu. Ya hanya satu tenda, tidak ada yang lainnya. Benar-benar pantai ini seperti milik kami saja.
menu makan malam; nasi putih, ikan bakar, ikan goreng, sayur tumis, sambel kecap, lalap timun, dan buah semangka ^^
Sementara sebagian mendirikan tenda, aku memilih bantu-bantu menyiapkan makan malam. Masak-memasak menjadi salah satu kegiatan favoritku apalagi dilakukan di alam terbuka bersama para sahabat tercinta. Sangat menyenangkan, bukan?

makan malam @pantai Jungwok
Sepertinya alam sangat mengerti keinginan kami. Keinginanku. Hujan yang sedari tadi turun, mulai berhenti. Langit yang semula tertutup awan kelam, kini berganti cahaya bulan yang terang. Arrgghh...aku tidak ingin melewati malam begitu saja di dalam tenda, apalagi bintang satu persatu pun bermunculan. Indahnyaaa....

Selain di ketinggian, menatap bulan dan bintang yang bertaburan di pinggir pantai juga sangat menyenangkan. Aku bersama Kak Lidya, Mas Iman, dan Mas Hendra, memilih menghabiskan malam sambil menggelar matras di atas pasir, beratap langit. Subhanallah......maka nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan!

sunrise @pantai Jungwok
Tidak hanya malam, saat pagi menjelang, kami disuguhkan lukisan alam yang luar biasa indahnya. Pantulan sang jingga dari balik karang yang menjulang, menyapa pagi kami yang berseri. Kokohnya karang, hamparan pasir putih, dan buih dari ombak-ombak yang berkejaran memanjakan mata-mata kami. Tidak ada rasa sesal setelah berjauh-jauh kami menyambangi pantai ini, pantai Jungwok, sebuah surga yang tersembunyi.

@pantai Krakal
Setelah kami memuaskan diri menikmati keindahan pantai Jungwok, kami harus segera kembali. Eiittss...sebelumnya, kami akan menyempatkan mengunjungi satu pantai lagi di Gunungkidul, yaitu pantai Krakal. Pantai dengan garis pantai yang cukup panjang, pasir putih, dan ombak yang tinggi menjadi pilihan yang pas bagi surfer. Kalau saja waktu yang kami punya masih panjang, mungkin kami akan singgah di semua pantai yang ada. Menyaksikan kebesaran sang Maha Karya dalam menciptakan alam dan seisinya dengan segala bentuk kesempurnaanNya. Dan semoga, keindahan ini tidak hanya kami yang rasa. Bebijaksanalah kita dalam setiap melakukan perjalanan. Menjaga kelestarian itu yang harus diutamakan!
Selamat bertemu di lain kesempatan, di tempat-tempat terindah negeri ini. Salam lestari ^^

kecoa's team

Thank's to:
- Allah SWT, negeriku Indah Tuhaann...terimakasih Kau telah memberiku kesempatan untuk menikmati keindahannya.
- Kedua orang tua ku, yang secara mendadak juga memerikan izin untuk putrinya pergi ngelayap mendadak :D
- Mba Lia, ajakan dadakannya bikin ga bisa nolak, hahaha...aseli ga nyesel :)
- Kak Lidya, hariku banyak bersamamu kak, mulai dari di kereta pas berangkat, lalu pas saat yang rasanya ga bisa aku lupakan, malam-malam di pinggir pantai ngeliat bulan dan bintang yang bertaburan. "Kak lihat...ada bintang jatuh" :*
- Mas Iman dan Mas hendra, dua sejoli yang ga bisa dipisahkan, lain kali kalau lihat bintang bareng-bareng lagi jangan ditinggal tidur yaaaa......... :D
- Mba Sisca, lama ya jeung nunggu di st. Senen...hahaha...aku boleh pinjam buku TSKDC kan? :D
- Mba hesti, tolong jagain mas Iman dan mas Hendra yaa biar mereka ga nakwall.... :P
- Mba Mia dan mba Dewi, kosan kalian deket kan sama rumahku, hayoo kapan kita ngebakso?? *lho...
- Mba Uthe, udah persiapan mau melancong ke negara mana lagi niy?
- Mba Ibeth, tolong hapus fotoku yang ada di kameramu, sekarang! sayang tau memorinya,hahahha *hilangkan barang bukti segera :D
- Bang Robin, salam kecoa...keluarga cemungud eaaa (masih mikir sih sampe sekarang, hurup "O" nya ditaruh di kata yang mana yaaa? hahahha)
- Pak sopir elf, yang sudah mengantarkan kami kesana kemari. Maaf kalau kami agak merepotkan..hehe :)

No comments:

Post a Comment